ramadan turki

Mengintip Kegiatan Ramadhan di Turki, Samakah dengan Indonesia?

Spread the love

Menjalankan ibadah puasa wajib hukumnya bagi umat islam, jika di Indonesia banyak sekali tradisi yang dilakukan selama bulan ramadhan. Bagaimanakah ramadhan di Turki oleh umat muslim? Sebagai negara sekuler, Turki menjadi negara pertemuan Asia dan Eropa.

Tentu saja berbagai budaya dan agama bercampur menjadi satu, walaupun mayoritas penduduknya pemeluk agama islam. Apakah ada yang berbeda suasana ramadhan di Turki dengan yang dilakukan masyarakat Indonesia? Daripada penasaran, yuk mari kita cari tahu bersama.

Tradisi Ramadhan di Turki yang Berbeda dengan Indonesia

ramadan turki
ramadan turki sumber gambar: suara.com

Sebagai sesama negara yang memiliki mayoritas muslim, masyarakat muslim Turki dan Indonesia sama-sama selalu menjalankan ibadah puasa. Walaupun sama, tapi ada beberapa keunikan tersendiri dari tradisi ramadhan di Turki. Apabila dibandingkan dengan Indonesia, berikut ini beberapa kegiatan ramadhan di Turki yang bisa disimak.

1. Restoran tetap buka 24 jam

Berbeda dengan Indonesia di mana banyak rumah makan mengubah jam operasional mereka. Atau di Aceh yang melarang restoran untuk buka saat siang hari. Pemerintah Turki sama sekali tidak membuat peraturan mengenai jam buka rumah makan.

Kegiatan operasional tempat makan sama seperti hari biasanya dan mereka buka 24 jam. Semua umat muslim di Turki juga tidak mengadakan demo atau protes mengenai hal ini. Jadi kegiatan puasa selama ramadhan tetap berjalan dengan damai.

2. Kegiatan buka bersama hanya di masjid dan di rumah

Buka bersama menjadi kebudayaan yang dilakukan dengan teman kerja, sekolah atau tetangga di Indonesia. Tapi di Turki, kebudayaan buka bersama justru hanya dilakukan di masjid atau di rumah saja bersama keluarga.

Jadi biasanya restoran tidak akan penuh karena masyarakat lebih suka dengan makan di rumah. Ada sebuah kebiasaan unik saat ramadhan yaitu mereka bertukar hidangan dengan tetangga. Tujuannya adalah untuk memperkuat tali persaudaraan.

3. Bebas penjual takjil dadakan

Jika di Indonesia banyak sekali yang memanfaatkan bulan ramadhan untuk berjualan takjil, di Turki sama sekali sepi. Kegiatan masyarakat berjalan seperti biasa dan tidak tampak pedagang dadakan yang berjualan di sore hari. Tentu saja hal iin berjalan selama sebulan penuh.

4. Nyalanya lampu masjid selama sebulan

Setiap masjid di Turki memiliki bangunan unik dan ciri khasnya adalah menara. Bagian ini dilengkapi oleh lampu yang biasanya hanya dinyalakan saat Jumat malam. Namun pada bulan ramadhan di mana masyarakat berpuasa, lampu ini akan menyala.

Lampu pada menara akan menyala selama satu bulan yaitu di bulan ramadhan. Selain itu lantunan Shalawat juga dikumandangkan sebelum Subuh dan Azan Isyak. Adanya lampu yang menyala membuat suasana ramadhan di Turki menjadi lebih meriah.

5. Tradisi menonton theater

Ramadhan di Turki 2020 atau di tahun sebelumnya, kebiasaan menonton teater dan pertunjukan musik ramai dilakukan oleh para remaja. Selama bulan ramadhan banyak sekali pertunjukan dengan nilai islami diselenggarakan.

Biasanya kegiatan ini dilakukan setelah sholat tarawih. Banyak remaja yang akan bersama-sama pergi ke tempat pertunjukan untuk menonton. Tentu saja kegiatan ini sangat positif dan disukai masyarakat di sana.

6. Pertemuan tadarus

Di Indonesia kegiatan tadarus dilakukan oleh kaum laki-laki. Bertadarus bersama di Turki disebut dengan Mukabele dan dilakukan justru oleh ibu-ibu di rumah dan di siang hari. Kaum pria juga melakukannya, namun di masjid saat malam hari.

Pada dasarnya ramadhan di Turki sama seperti yang dilakukan di Indonesia. Yang membedakan hanyalah kebudayaannya saja, tapi soal ibadah puasa sama-sama dilakukan dengan khusyuk.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *