Jamur Tiram

PEKERJAAN DENGAN PENGHASIL JUTAAN YANG BANYAK ORANG GAK TAHU

Berbicara tentang penghasilan yang besar tentunya siapa tak ingin mengidolakanya,dan mencita-citakanya. Bukan seorang Manager,PNS,atau Pejabat Tinggi melaikan ia seorang biasa yang sangat tekun dalam bidang budidaya,sebut saja ia Kang ZEN,ya dia adalah salah seorang pembudidaya Jamur Tiram. Yang lebih tepatnya di desa Adipala Kebon Wetan,kecamatan Adipala,Kabupaten Cilacap.

Sebelum kita membahas pejalanan budidaya Jamur Tiram,kalian harus mengetahui arti Jamur Tiram itu sendiri,dan dari bahan apa saja yang dibutuhkan untuk membuat Jamur Tiram? Mari kita pelajari bersama.

Jamur Tiram adalah jamur pangan dari kelompok Basidiomycota dan termasuk kelas Homobasidiomycetes yang pada umumnya tudung berbentuk setengah lingkaran dan tubuh buah berwarna putih,ada juga yang berwarna krem.

 

Jamur Tiram ini dalam perkembangbiakanya sangat tergantung pada sumber nutrein,suhu udara yang tepat,kelembaban,kadar air yang cukup,sumber udara dan cahaya. Karena kalau tidak sesuai tumbuhan ini tidak dapat berkembang dengan baik. Jamur Tiram ini masuk ke dalam golongan Familia Agaricaceae atau Tricholomataceae.
Jamur Tiram memiliki ukaran 5 cm hingga 15 cm dan bagian dari bawahnya berlapis-lapis seperti insang berwarna putih dan lunak. Tangkainya memiliki panjang yang tidak sama 2 cm hingga 6 cm,tergantung pada kondisi iklim,cuaca,dan tempat yang sangat mempengaruhi proses pertumbuhanya.

Berikut ini adalah Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pengolahan jamur tiram dan penjelasanya.

1.Serbuk Kayu atau Jerami
2.Dedak
3.Kapur
4.Plastik Baglog
5.Bibit Jamur

1.Serbuk Kayu atau Jerami
Serbuk kayu atau Jerami merupakan media yang utama dalam perkembangan Jamur,karena pada umumnya tumbuhan jamur dapat berlangsung hidup di kayu,dan juga tidak semua jenis serbuk kayu dapat digunakan sebagai media perkembangan jamur dengan baik. Untuk itu pilihlah serbuk kayu yang baik.

2. Dedak
Dedak adalah olahan dari kulit padi yang digiling menggunakan mesin,yang memiliki bentuknya lembut atau bisa diartikan limbah gilingan padi. Dedak ini sangat banyak kegunaanya tidak hanya sebagai bahan pakan ternak saja melainkan juga dapat dijadikan sebagai bahan campuran untuk pembuatan jamur tiram.

3. Kapur
Kapur adalah material yang berasal dari batuan sedimen berwarna putih dan halus yang tersusun dari material kalsium. Kapur ini memiliki tiga senyawa yang utama antara lain kalsium karbonat,kalsium oksida,dan kalsium hidroksida. Umumya kapur ini sering kita jumpai di tempat pembuatan gedung sebagai campuran semen agar bangunan dapat kokoh,namun kapur ini juga dimanfaatkan oleh pembudidaya sebagai campuran untuk pembuatan bahan Jamur Tiram.

4. Plastik Baglog
Plastik baglog adalah tempat yang dimanfaatkan untuk penyimpanan adonan bahan membuat jamur tiram. Mengapa ditaruh diplastik supaya adonan yang sudah tercampur tidak tumpah saat penggodogan baglog,dan supaya mudah ditata rapih dalam proses pembuatan jamur. Plastik ini juga sangat kuat,lentur dan tahan lama kwalitasnya.

5. Bibit Jamur
Bibit Jamur adalah penentu utama baik tidaknya sebuah jamur. Biasanya bibit jamur ini terbuat dari biji jagung pecah,serbuk,gabah/biji padi. Bibit jamur ini terbagi menjadi beberapa kelas tergantung dari kwalitasnya ada F0,F1,F2,F3,F4,pembuatan bibit jamur ini tidak mudah dan cepat karena harus melalui tahapan-tahapan untuk membuatnya,benar-benar steril dan bersih agar dapat menjadi jamur yang baik dan berkwalitas. Simbol huruf F sendiri adalah filial yang memiliki arti hasil turunan dari persilangan indukan yang berbeda jenis.

Setelah kita mengetahui bahan-bahan dasar pembuatan jamur tiram dan penjelasan diatas. Dikesempatan kali ini kami akan mengulas perjalanan pembuat Budidaya Jamur Tiram dari nol sampai menjadi sebuah karya yang luar biasa,yang tidak dapat dilakukan oleh semua orang. Mari kita belajar dari salah seorang pembudidaya Jamur Tiram ini.

Tahapan-tahapan pembuatan jamur tiram:

Buat para pemula khususnya,disini kami akan menjelaskan tahapan-tahapan proses pembuatan jamur tiram dan takaranya. Pastinya belum mengerti seberapa takaran yang harus dibutuhkan untuk menjadikan benih jamur berproduksi dengan sempurna.

1.Tahap Pencampuran
Dedak kami simbolkan dengan huruf D,serbuk kayu dengan simbol G,kapur saya simbolkan dengan K. Agar kalian lebih mudah untuk memahaminya. Untuk dedak 20kg,serbuk kayu 80kg,dan kapur 1kg. D+G+K=20kg+80kg+1kg. Setelah kalian menimbang ukuranya kalian campur dan aduk sampe benar-benar tercampur rata dan jangan lupa tambahkan air jangan terlalu banyak pastikan campuran itu menjadi adonan yang empuk. Kalau sudah cetak adonan itu sesuai dengan ukuran plastik baglog.

2.Tahap Percetakan
Setelah adonan tercampur,lalu masukan adonan kedalam plastik baglog pastikan kembali keadaan cetakan baglog,jangan keras dan jangan lembek karena ini sangat mempengaruhi proses pertumbuhan bibit jamur.

3.Tahap Pengukusan
Adonan baglog yang sudah jadi kemudian kita kukus dengan suhu derajat 100®C kurang lebih selama 10 jam. Mengapa harus dikukus,tentunya kita bertanya-tanya. Keutamaan pengukusan ini tentunya untuk menstrerilkan campuran baglog agar tidak ada bakteri didalamnya karena tumbuhan jamur sangat sensitif dengan hama.

4.Tahap Pembibitan
Di tahap pembibitan ini sangat detail sekali kalian harus menyiapkan Alkohol 70%,Lilin untuk bara api,bibit jamur yang sudah kalian pilih baik F0,F1,F2,F3,F4,dan japit stenlis untuk memasukan benih. Ditahap ini adalah tahap sukses tidaknya produksi jamur.

5.Tahap penguncian (lock)
Ini adalah tahap terahir setelah tahap pembibitan,ditahap penguncian kaliah siapkan cincin bambu,kertas atau Koran,lalu gelang karet. Penguncian juga sangat berpengaruh besar dalam proses ini,jangan sampai baglog yang sudah jadi menggelembung atau terbuka karena penguncian ini juga dapat mempengaruhi cepat lambatnya terbentukya jamur.

6. Finising (penyelesaian)
Ini adalah tahap terakhir setelah melalui 5 tahapan diatas. Tata atau susun baglog yang sudah siap produksi di rak yang sudah kalian siapkan,pastikan tempat tersebut jauh dari bau-bau tak sedap,kelembaban udara,dan sinar matahari dengan tepat. Dan tunggu jamur sampai menjadi mekar kurang lebih selama 40 hari.

Demikian sedikit penjelasan dari kami,semoga bermanfaat dan salam satu budidaya.

3 thoughts on “PEKERJAAN DENGAN PENGHASIL JUTAAN YANG BANYAK ORANG GAK TAHU

    1. iya memang harus memakai bibit jamur,bibit jamur itu dibuat dengan menggunakan berbagai benih biji-bijian,seperti biji jagung,padi,dll,yang sudah melalui proses yang sangat panjang.
      untuk lebih praktis bagi pemula bisa dengan cara membeli paket + bibit.
      lebih simple kok mas…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *